Sukabumi, 30 September 2026 – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi membongkar modus baru penyelundupan narkotika jenis sabu yang disembunyikan pada bagian label atau merek celana. Upaya tersebut terungkap ketika petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang titipan yang dibawa seorang perempuan pada Senin, 28 September 2026. Dari rangkaian pemeriksaan, petugas menemukan beberapa paket kristal putih yang diduga sabu pada tiga celana dengan pola penyembunyian serupa. Pada hari yang sama, petugas juga menggagalkan upaya lain melalui jalur kunjungan tatap muka. Total barang yang diduga sabu dari dua pengungkapan tersebut mencapai 12,83 gram bruto. Sukabumi update
Pengungkapan pertama bermula sekitar pukul 11.00 WIB ketika seorang perempuan berinisial DDA datang ke layanan penitipan barang Lapas Sukabumi. Perempuan berusia 27 tahun itu membawa celana yang akan diberikan kepada warga binaan berinisial RW. Saat melakukan pemeriksaan, petugas menemukan bagian yang terasa tidak rata dan terdapat benjolan pada area label celana. Petugas kemudian membuka bagian tersebut dan menemukan paket berisi kristal putih yang diduga sabu dengan berat sekitar 3,37 gram bruto. Temuan itu membuat pemeriksaan diperluas terhadap barang titipan lain yang memiliki karakteristik serupa. Sukabumi Times
Petugas kemudian memeriksa kembali dua celana lain yang sebelumnya telah dititipkan pada hari yang sama. Pemeriksaan menunjukkan keduanya menggunakan pola penyembunyian serupa dengan barang terlarang ditempatkan di balik bagian merek celana. Dari celana kedua ditemukan barang yang diduga sabu seberat 3,42 gram bruto, sedangkan celana ketiga menyimpan sekitar 2,95 gram bruto. Ketiga celana tersebut ditujukan kepada warga binaan berbeda dan dibawa oleh orang yang berbeda pula. Kesamaan pola penyembunyian membuat petugas menduga terdapat modus yang telah dirancang untuk mengelabui pemeriksaan barang titipan. Sukabumi Times
Hanya berselang beberapa menit, petugas kembali menemukan dugaan penyelundupan melalui mekanisme kunjungan tatap muka. Seorang perempuan berinisial IS diamankan setelah pemeriksaan menemukan barang yang diduga narkotika. Dua perempuan, yakni DDA dan IS, kemudian diamankan berkaitan dengan dua kejadian berbeda tersebut. Petugas selanjutnya berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menangani barang bukti dan melakukan pengembangan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. Pengungkapan dalam waktu berdekatan menunjukkan upaya memasukkan narkotika ke lingkungan pemasyarakatan dapat dilakukan melalui berbagai cara. Sukabumi update
Penyembunyian narkotika pada bagian kecil pakaian menjadi perhatian karena secara kasat mata barang titipan dapat terlihat seperti pakaian biasa. Ketelitian petugas ketika meraba dan memeriksa setiap bagian barang menjadi faktor penting yang membuat paket tersebut ditemukan. Modus semacam ini menunjukkan pelaku terus mencari celah untuk menghindari prosedur pemeriksaan di pintu masuk lapas. Karena itu, pemeriksaan tidak dapat hanya dilakukan berdasarkan tampilan luar barang yang dibawa pengunjung. Setiap kejanggalan pada jahitan, label, lapisan, maupun bagian tersembunyi lainnya perlu diperiksa lebih lanjut ketika ditemukan indikasi mencurigakan. Sukabumi Times
Kasus di Sukabumi juga menambah daftar beragam cara yang digunakan untuk mencoba memasukkan narkotika ke lingkungan pemasyarakatan. Dalam sejumlah kasus lain, petugas lapas dan rutan menemukan narkotika disembunyikan di dalam makanan, barang pribadi, hingga bagian tubuh pengunjung. Perkembangan modus membuat pengamanan harus terus disesuaikan tanpa menghambat layanan kunjungan yang menjadi hak warga binaan dan keluarganya. Koordinasi dengan kepolisian juga diperlukan untuk menelusuri asal narkotika serta pihak yang memerintahkan pengiriman. Pengembangan perkara menjadi penting karena orang yang membawa barang belum tentu menjadi satu-satunya pihak dalam jaringan penyelundupan. Antara News Jawa Barat
Terbongkarnya sabu yang disembunyikan pada label celana menunjukkan pentingnya pemeriksaan berlapis terhadap setiap barang yang masuk ke dalam lapas. Petugas Lapas Sukabumi selanjutnya perlu memperkuat pengawasan sekaligus mengevaluasi kemungkinan adanya pola serupa pada barang titipan lainnya. Penelusuran aparat penegak hukum juga dibutuhkan untuk mengetahui hubungan antara pembawa barang, penerima di dalam lapas, dan pihak lain yang mungkin terlibat. Keberhasilan menggagalkan penyelundupan menjadi langkah awal, sementara pemutusan jaringan menjadi bagian penting untuk mencegah percobaan serupa kembali terjadi. Pengawasan yang konsisten diharapkan dapat mempersempit ruang masuk narkotika dan barang terlarang lainnya ke lingkungan pemasyarakatan.





