Jakarta, 26 September 2026 – Pembangunan Jalan Tol Harbour Road II terus berjalan dengan progres konstruksi mencapai 47,41 persen. Proyek jalan tol layang tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi pada kuartal I 2028 setelah seluruh tahapan konstruksi dan pengujian selesai. Kehadiran Harbour Road II diharapkan memperkuat konektivitas kawasan utara Jakarta sekaligus membantu mengurai kepadatan lalu lintas pada koridor Pluit hingga Tanjung Priok. Proyek tersebut juga akan menjadi bagian penting jaringan jalan tol yang mendukung mobilitas menuju kawasan pelabuhan.
Harbour Road II memiliki panjang sekitar 9,67 kilometer yang menghubungkan Pluit dengan Ancol Timur. Jalan tol tersebut dirancang sebagai jalur alternatif sekaligus pelengkap ruas tol eksisting yang selama ini melayani lalu lintas di kawasan Jakarta Utara. Pembangunannya dilakukan dengan konsep jalan layang karena keterbatasan ruang pada kawasan perkotaan yang padat. Infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas jaringan jalan sekaligus memperlancar pergerakan kendaraan dari dan menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan jaringan Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta atau Jakarta Intra Urban Toll Road. Setelah beroperasi, Harbour Road II akan terhubung dengan sejumlah ruas strategis sehingga perjalanan kendaraan logistik maupun masyarakat dapat memiliki pilihan rute tambahan. Konektivitas tersebut dinilai penting karena wilayah utara Jakarta menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan distribusi barang. Pelabuhan Tanjung Priok juga menangani arus logistik dalam jumlah besar sehingga kelancaran akses jalan menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas pelabuhan.
Pembangunan Harbour Road II menghadapi tantangan teknis karena sebagian besar pekerjaan berlangsung di kawasan perkotaan dengan aktivitas lalu lintas yang tinggi. Pelaksanaan konstruksi perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga arus kendaraan di sekitar lokasi proyek. Pekerjaan struktur jalan layang, pembangunan fondasi, serta pemasangan bagian-bagian konstruksi dilakukan secara bertahap. Koordinasi dengan berbagai pihak juga diperlukan karena jalur proyek bersinggungan dengan infrastruktur dan fasilitas publik yang telah tersedia.
Keberadaan jalan tol baru tersebut diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas pada ruas Tol Pelabuhan eksisting. Pertumbuhan aktivitas kendaraan di Jakarta Utara, terutama angkutan barang menuju dan dari pelabuhan, membuat peningkatan kapasitas jaringan jalan menjadi semakin diperlukan. Dengan tersedianya rute tambahan, distribusi arus kendaraan dapat dilakukan secara lebih merata. Pengguna jalan nantinya dapat memilih jalur berdasarkan tujuan perjalanan dan kondisi lalu lintas.
Selain memperlancar mobilitas, Harbour Road II diproyeksikan memberikan dampak terhadap efisiensi sistem logistik. Waktu perjalanan kendaraan angkutan barang menuju kawasan pelabuhan berpotensi menjadi lebih terkendali apabila kepadatan lalu lintas dapat dikurangi. Efisiensi tersebut penting bagi aktivitas perdagangan karena Tanjung Priok merupakan salah satu pintu utama distribusi barang nasional. Infrastruktur jalan yang lebih terhubung juga diharapkan mendukung pertumbuhan kawasan industri dan pusat kegiatan ekonomi di sekitar Jakarta dan wilayah penyangga.
Dengan progres konstruksi mencapai 47,41 persen, pengerjaan Harbour Road II masih akan berlangsung hingga 2027 sebelum memasuki tahapan penyelesaian dan persiapan operasi. Target operasional pada kuartal I 2028 akan bergantung pada kelancaran pekerjaan konstruksi, penyelesaian fasilitas pendukung, serta pemenuhan persyaratan keselamatan jalan tol. Setelah seluruh proses selesai, ruas tersebut diharapkan menjadi alternatif penting bagi perjalanan di koridor utara Jakarta. Kehadirannya sekaligus memperkuat jaringan transportasi yang menghubungkan pusat kegiatan ekonomi dengan Pelabuhan Tanjung Priok.





