Jakarta, 3 Oktober 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) membuka akses pasar global bagi berbagai brand lokal melalui World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan jejaring internasional sekaligus memperluas peluang promosi produk. Brand lokal didorong agar tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu memperkenalkan identitas dan produknya kepada konsumen global. WCCE menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif Indonesia di tingkat internasional.
Akses menuju pasar global menjadi penting karena industri kreatif memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah tinggi. Indonesia memiliki beragam subsektor kreatif yang berkembang dengan karakter dan identitas masing-masing. Produk lokal yang mengangkat kekayaan budaya sekaligus mengikuti perkembangan pasar dinilai memiliki peluang untuk menjangkau konsumen lebih luas. Namun, kemampuan menghasilkan produk perlu diimbangi dengan strategi pemasaran dan pengembangan jaringan bisnis.
Melalui WCCE 2026, pelaku usaha memperoleh kesempatan membangun hubungan dengan berbagai pihak dari luar negeri. Pertemuan dengan calon mitra, pelaku industri maupun jaringan bisnis internasional dapat membuka peluang kolaborasi baru. Interaksi tersebut juga membantu brand lokal memahami karakter dan kebutuhan pasar di negara tujuan. Pengetahuan mengenai tren global menjadi penting agar produk dapat dikembangkan tanpa kehilangan identitas yang menjadi keunggulannya.
Kemenekraf mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesiapan sebelum memperluas pasar ke luar negeri. Kualitas produk, kapasitas produksi, konsistensi pasokan dan kekuatan merek menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan. Selain itu, kemampuan menyampaikan cerita di balik sebuah produk dapat memberikan nilai tambah ketika bersaing di pasar internasional. Identitas lokal dapat menjadi pembeda di tengah banyaknya produk yang tersedia bagi konsumen global.
Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan brand lokal. Platform digital memungkinkan produk kreatif diperkenalkan kepada konsumen lintas negara tanpa selalu membutuhkan kehadiran fisik di setiap pasar. Pelaku usaha dapat memanfaatkan kanal digital untuk membangun merek, menguji respons pasar hingga menjalin komunikasi dengan calon pembeli. Strategi tersebut dapat berjalan berdampingan dengan partisipasi dalam forum maupun pameran internasional.
Peluang pasar global tetap membutuhkan persiapan karena setiap negara memiliki regulasi dan karakter konsumen yang berbeda. Pelaku usaha perlu memahami ketentuan perdagangan, standar produk, perlindungan kekayaan intelektual hingga strategi distribusi. Pendampingan pemerintah dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dapat membantu pelaku kreatif menghadapi tantangan tersebut. Dengan kesiapan yang lebih baik, peluang yang diperoleh dari forum internasional dapat diterjemahkan menjadi kerja sama bisnis yang berkelanjutan.
WCCE 2026 diharapkan menjadi momentum bagi brand lokal untuk memperluas jejaring sekaligus meningkatkan kepercayaan diri memasuki pasar internasional. Kemenekraf berupaya menjadikan forum tersebut sebagai penghubung antara potensi ekonomi kreatif Indonesia dan peluang yang tersedia secara global. Semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar luar negeri, semakin besar pula peluang memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian. Langkah tersebut sekaligus membuka ruang bagi identitas dan karya kreatif Indonesia untuk semakin dikenal dunia.





