Jakarta, 27 Agustus 2026 – Pemerintah Timor-Leste melakukan kunjungan ke PT TASPEN (Persero) untuk mempelajari lebih jauh mengenai pengelolaan program jaminan sosial. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai tata kelola perlindungan sosial dan pengelolaan manfaat bagi peserta.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Timor-Leste mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai aspek pengelolaan jaminan sosial yang diterapkan TASPEN. Pembahasan mencakup sistem pengelolaan kepesertaan, pelayanan, tata kelola, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung operasional.
TASPEN merupakan badan usaha milik negara yang memiliki mandat dalam mengelola program tabungan hari tua dan pensiun bagi aparatur sipil negara serta pejabat negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipelajari oleh Timor-Leste.
Pertemuan kedua pihak juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai tantangan dalam penyelenggaraan jaminan sosial. Pengelolaan program sosial membutuhkan sistem yang kuat agar hak peserta dapat diberikan secara tepat waktu, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Delegasi Timor-Leste juga memperoleh gambaran mengenai pentingnya tata kelola organisasi dalam mengelola dana dan manfaat peserta. Transparansi, akuntabilitas, serta pengendalian risiko menjadi bagian penting dalam memastikan keberlangsungan program jaminan sosial.
Selain aspek tata kelola, transformasi digital menjadi salah satu topik yang relevan dalam pengelolaan layanan. Digitalisasi dapat membantu mempercepat proses administrasi sekaligus memberikan kemudahan bagi peserta dalam memperoleh informasi dan mengakses layanan.
Bagi Timor-Leste, pengalaman Indonesia dapat menjadi referensi dalam mengembangkan sistem perlindungan sosial yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Kondisi setiap negara tentu berbeda, sehingga praktik yang dipelajari perlu disesuaikan dengan kerangka kebijakan dan karakteristik masing-masing negara.
Kunjungan tersebut juga menunjukkan adanya peluang kerja sama dan pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Timor-Leste di bidang jaminan sosial. Hubungan kedua negara tidak hanya berkembang dalam aspek politik dan ekonomi, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas kelembagaan.
Melalui diskusi dan pertukaran pengalaman, kedua pihak dapat memahami berbagai pendekatan yang digunakan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Pengalaman TASPEN menjadi salah satu contoh bagaimana institusi dapat mengelola program sosial secara terstruktur dengan dukungan sistem dan teknologi.
Pengelolaan jaminan sosial sendiri memiliki peran penting dalam memberikan kepastian kepada masyarakat ketika memasuki masa pensiun maupun menghadapi kondisi tertentu sesuai program yang diikuti. Karena itu, keberadaan lembaga dengan tata kelola yang kuat menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan sistem tersebut.
Kunjungan Timor-Leste ke TASPEN diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan kebijakan jaminan sosial di Timor-Leste, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara kedua negara.
Bagi Indonesia, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan jaminan sosial yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun. Pertukaran pengetahuan semacam ini dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak dalam memperkuat sistem perlindungan sosial di kawasan.





