Jakarta, 13 Oktober 2026 – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa pembangunan gedung sekolah di ibu kota perlu dilakukan secara bertingkat karena semakin terbatasnya ketersediaan lahan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai di tengah tingginya kebutuhan masyarakat. Pembangunan sekolah secara vertikal dinilai sebagai salah satu pendekatan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang tanpa harus membutuhkan lahan yang terlalu luas. Kebijakan tersebut juga berkaitan dengan upaya meningkatkan kapasitas sarana pendidikan di kawasan perkotaan yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan pembangunan gedung bertingkat tetap memenuhi standar keamanan, kenyamanan, dan kualitas lingkungan belajar.
Keterbatasan lahan menjadi persoalan yang dihadapi Jakarta dalam mengembangkan berbagai fasilitas pelayanan publik. Pertumbuhan aktivitas ekonomi, kebutuhan permukiman, serta pembangunan infrastruktur membuat persaingan pemanfaatan ruang semakin tinggi. Dalam kondisi tersebut, penyediaan lahan baru untuk pembangunan sekolah tidak selalu dapat dilakukan dengan mudah. Pemerintah perlu mempertimbangkan lokasi, akses transportasi, kepadatan penduduk, dan kebutuhan peserta didik sebelum menentukan pembangunan fasilitas pendidikan. Pemanfaatan bangunan bertingkat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kapasitas sekolah pada lahan yang tersedia.
Pramono menyoroti pentingnya penyesuaian konsep pembangunan fasilitas pendidikan dengan karakteristik Jakarta sebagai kota metropolitan. Sekolah yang dibangun secara vertikal memungkinkan penggunaan ruang yang lebih efisien dibandingkan dengan bangunan yang seluruh fasilitasnya dikembangkan secara horizontal. Pendekatan tersebut dapat memberikan ruang bagi penambahan kelas maupun fasilitas penunjang pembelajaran sesuai kebutuhan. Namun, perencanaan bangunan perlu dilakukan secara menyeluruh agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung dengan nyaman. Aspek pencahayaan, sirkulasi udara, aksesibilitas, dan pengaturan aktivitas siswa menjadi bagian penting dalam penyusunan desain sekolah bertingkat.
Pembangunan gedung sekolah bertingkat juga harus memperhatikan keselamatan seluruh warga sekolah. Bangunan yang digunakan oleh anak-anak membutuhkan sistem keamanan yang sesuai dengan karakteristik penggunanya. Ketersediaan jalur evakuasi, tangga darurat, perlindungan kebakaran, serta struktur bangunan yang memenuhi standar teknis menjadi persyaratan penting. Selain itu, pengaturan pergerakan siswa antarlantai perlu dirancang untuk mengurangi risiko kecelakaan selama kegiatan belajar berlangsung. Pemerintah daerah perlu memastikan setiap pembangunan atau renovasi gedung sekolah mengikuti ketentuan keselamatan bangunan yang berlaku.
Selain ruang kelas, sekolah membutuhkan berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang perkembangan akademik dan nonakademik peserta didik. Perpustakaan, laboratorium, ruang kegiatan siswa, fasilitas olahraga, serta area terbuka menjadi bagian dari kebutuhan pendidikan yang perlu dipertimbangkan. Pada bangunan bertingkat, penempatan fasilitas tersebut memerlukan perencanaan agar penggunaan ruang tetap efektif. Keterbatasan lahan tidak semestinya mengurangi kesempatan siswa untuk memperoleh lingkungan belajar yang sehat dan mendukung aktivitas fisik. Karena itu, rancangan sekolah perlu menggabungkan efisiensi pemanfaatan ruang dengan kebutuhan perkembangan anak secara menyeluruh.
Pemerataan akses pendidikan juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan lokasi pembangunan sekolah di Jakarta. Sebagian wilayah memiliki kepadatan penduduk yang tinggi sehingga kebutuhan terhadap ruang belajar dapat berbeda dengan kawasan lainnya. Pemerintah perlu menggunakan data jumlah penduduk usia sekolah, kapasitas fasilitas yang tersedia, serta perkembangan permukiman sebagai dasar perencanaan. Pembangunan sekolah bertingkat dapat menjadi salah satu pilihan di wilayah yang membutuhkan tambahan kapasitas tetapi memiliki keterbatasan lahan. Dengan pendekatan berbasis kebutuhan, pembangunan fasilitas pendidikan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat.
Dari sisi pembiayaan, pembangunan sekolah secara vertikal memerlukan perencanaan anggaran yang mempertimbangkan kebutuhan konstruksi dan pemeliharaan jangka panjang. Bangunan bertingkat membutuhkan sistem utilitas, fasilitas keselamatan, serta pengelolaan operasional yang sesuai dengan karakteristik gedung. Biaya pembangunan tidak hanya berkaitan dengan jumlah ruang kelas, tetapi juga kualitas struktur, fasilitas pendukung, dan ketahanan bangunan. Pemerintah daerah perlu memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara efisien tanpa mengurangi standar mutu konstruksi. Evaluasi terhadap kebutuhan pemeliharaan juga penting agar fasilitas pendidikan tetap dapat digunakan dengan aman dalam jangka panjang.
Pengembangan sekolah bertingkat dapat menjadi bagian dari strategi penataan ruang Jakarta yang lebih terintegrasi. Fasilitas pendidikan perlu ditempatkan pada lokasi yang mudah dijangkau oleh peserta didik dan memiliki akses transportasi yang memadai. Pengaturan lalu lintas di sekitar sekolah juga membutuhkan perhatian karena aktivitas antar-jemput dapat menimbulkan kepadatan pada jam tertentu. Selain itu, keberadaan jalur pedestrian yang aman menjadi faktor penting untuk mendukung mobilitas siswa dan orang tua. Dengan perencanaan kawasan yang baik, pembangunan sekolah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.
Pernyataan Pramono mengenai pembangunan sekolah bertingkat menunjukkan perlunya pendekatan baru dalam memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan di tengah keterbatasan lahan Jakarta. Pemanfaatan ruang secara vertikal dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kapasitas sekolah apabila didukung perencanaan teknis dan pengelolaan yang tepat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu memastikan setiap proyek pembangunan memperhatikan keselamatan, aksesibilitas, kenyamanan, dan pemerataan layanan pendidikan. Keterlibatan tenaga perencana, pengelola sekolah, serta masyarakat juga penting agar fasilitas yang dibangun sesuai dengan kebutuhan pengguna. Melalui pengembangan infrastruktur pendidikan yang terarah, Jakarta diharapkan mampu menyediakan lingkungan belajar yang berkualitas meskipun menghadapi keterbatasan ruang di kawasan perkotaan.





