Jakarta, 7 Oktober 2026 – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong budaya menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Kekayaan tradisi, seni, kuliner, hingga kehidupan masyarakat lokal dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat daya tarik destinasi. Pengembangan tersebut diharapkan tetap menjaga nilai budaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Budaya memiliki posisi penting karena dapat memberikan identitas yang membedakan satu destinasi dengan wilayah lainnya. Wisatawan tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga pengalaman yang berkaitan dengan kehidupan dan tradisi masyarakat setempat. Kondisi tersebut membuka peluang bagi daerah untuk mengembangkan produk wisata berbasis karakter lokal.
Kemenpar mendorong pengembangan pariwisata budaya dilakukan dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan. Peningkatan kunjungan wisatawan tidak boleh mengakibatkan hilangnya nilai tradisi maupun memberikan tekanan berlebihan terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Karena itu, pengelolaan destinasi perlu menempatkan pelestarian sebagai bagian dari strategi pengembangan.
Keterlibatan masyarakat lokal menjadi unsur penting karena mereka merupakan pemilik sekaligus penjaga berbagai warisan budaya. Masyarakat dapat terlibat dalam penyediaan pengalaman wisata, produk kerajinan, kuliner, pertunjukan seni, hingga pengelolaan destinasi. Partisipasi tersebut juga membuka peluang agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan secara lebih langsung.
Penguatan budaya sebagai daya tarik wisata turut membuka kesempatan bagi pelaku ekonomi kreatif. Produk berbasis kekayaan intelektual dan tradisi lokal dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang memiliki nilai tambah. Kolaborasi antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan mampu memperpanjang rantai ekonomi di daerah tujuan wisata.
Di sisi lain, promosi melalui teknologi digital dapat membantu memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada pasar yang lebih luas. Penyampaian cerita mengenai tradisi dan karakter suatu daerah dapat meningkatkan ketertarikan wisatawan sebelum melakukan perjalanan. Promosi tersebut tetap perlu dilakukan secara bertanggung jawab agar budaya tidak sekadar menjadi komoditas tanpa memperhatikan nilai aslinya.
Dengan menempatkan budaya sebagai kekuatan pariwisata berkelanjutan, Kemenpar berharap pengembangan destinasi dapat berjalan seiring dengan pelestarian warisan lokal. Pendekatan tersebut juga dapat memperkuat posisi masyarakat sebagai bagian utama dalam pembangunan pariwisata. Pariwisata berbasis budaya diharapkan mampu menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga identitas daerah untuk generasi mendatang.





