Jakarta, 3 Mei 2026 – Kuliner tradisional Indonesia kembali mencuri perhatian, salah satunya adalah Naniura dari Sumatera Utara. Hidangan ini kerap dijuluki sebagai “sashimi-nya Indonesia” karena menggunakan ikan mentah sebagai bahan utama.
Berbeda dengan sashimi dari Jepang, naniura tidak disajikan begitu saja. Ikan yang digunakan biasanya adalah ikan mas segar yang kemudian diolah dengan bumbu khas seperti andaliman, bawang, dan rempah lainnya. Proses ini membuat tekstur ikan menjadi lebih lembut tanpa melalui pemasakan dengan api.
Keunikan naniura terletak pada penggunaan bahan alami yang mampu “mematangkan” ikan secara tradisional. Perpaduan bumbu memberikan cita rasa segar, asam, dan sedikit pedas yang khas dari masakan Batak.
Hidangan ini biasanya disajikan dalam acara adat atau perayaan tertentu, sehingga memiliki nilai budaya yang kuat. Tidak hanya sekadar makanan, naniura juga menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat setempat.
Pengamat kuliner menilai bahwa naniura memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas di tingkat nasional maupun internasional. Keunikan cara pengolahan dan cita rasanya menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta makanan.
Meski menggunakan ikan mentah, proses pembuatan naniura tetap memperhatikan kebersihan dan kualitas bahan. Hal ini penting untuk menjaga keamanan konsumsi serta mempertahankan cita rasa autentik.
Dengan keunikan dan nilai budaya yang dimilikinya, naniura menjadi salah satu kekayaan kuliner Indonesia yang patut dilestarikan dan diperkenalkan ke dunia.






