Jakarta, 23 Mei 2026 – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menjadi perhatian publik setelah momen dirinya menikmati sate legendaris racikan H. Mamat di Sukabumi ramai diperbincangkan masyarakat. Dalam kunjungannya ke Kota Sukabumi, Anies menyempatkan diri mampir ke warung sate terkenal tersebut dan bahkan terlihat ikut membakar sate secara langsung bersama warga dan pengunjung lain. Kehadiran Anies di rumah makan legendaris itu langsung menarik perhatian masyarakat sekitar karena warung sate H. Mamat memang dikenal sebagai salah satu kuliner ikonik yang kerap didatangi tokoh nasional. Pengamat budaya kuliner menjelaskan bahwa tempat makan legendaris seperti ini memiliki daya tarik kuat karena tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga pengalaman dan sejarah panjang yang melekat di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya saat mencicipi hidangan tersebut, Anies mengaku terpikat dengan rasa sate racikan H. Mamat yang menurutnya memiliki bumbu berbeda dibanding sate pada umumnya. Ia juga menyebut tekstur daging sate terasa empuk dengan perpaduan rempah yang khas sehingga membuatnya makan dalam porsi lebih banyak dari biasanya. Pengakuan tersebut semakin membuat warung sate legendaris itu ramai dibicarakan di media sosial, terutama oleh para pecinta kuliner khas Jawa Barat. Pengamat kuliner menjelaskan bahwa kekuatan utama rumah makan tradisional legendaris biasanya terletak pada konsistensi rasa yang dipertahankan selama puluhan tahun, termasuk penggunaan bumbu dan teknik memasak yang diwariskan secara turun-temurun.
Warung sate H. Mamat sendiri memang dikenal cukup populer di Sukabumi dan telah berdiri sejak akhir tahun 1970-an. Tempat makan tersebut beberapa kali dikunjungi tokoh penting nasional, mulai dari pejabat pemerintah hingga figur publik lainnya. Selain sate kambing, warung tersebut juga dikenal dengan sate ayam dan racikan bumbu khas yang dianggap memiliki cita rasa berbeda dari sate pada umumnya. Pengamat wisata kuliner menilai rumah makan legendaris seperti H. Mamat memiliki peran penting dalam menjaga identitas kuliner daerah karena menjadi bagian dari sejarah dan budaya makan masyarakat setempat selama bertahun-tahun.
Momen Anies ikut membakar sate juga sempat menarik perhatian karena dianggap menunjukkan sisi santai dan nostalgia dirinya terhadap aktivitas memasak sate sejak muda. Dalam kesempatan tersebut, Anies mengaku memiliki kenangan pribadi terkait kegiatan membakar sate bersama teman-temannya semasa kuliah. Pengamat budaya populer menjelaskan bahwa interaksi figur publik dengan kuliner lokal sering kali mendapat respons positif karena menghadirkan kesan dekat dengan masyarakat dan budaya daerah. Tidak sedikit pengguna media sosial yang kemudian ikut membahas pengalaman mereka mencicipi sate H. Mamat setelah video dan foto kunjungan tersebut kembali beredar luas di internet.
Popularitas sate H. Mamat yang kembali mencuat lewat kunjungan Anies Baswedan menunjukkan bahwa kuliner legendaris daerah tetap memiliki tempat kuat di tengah perkembangan tren makanan modern. Rumah makan tradisional dengan cita rasa khas dan sejarah panjang dinilai memiliki daya tarik emosional yang sulit tergantikan oleh tren kuliner sesaat. Pengamat pariwisata kuliner menilai perhatian publik terhadap tempat makan seperti ini juga dapat memberikan dampak positif bagi promosi wisata daerah dan pelestarian warisan kuliner lokal yang menjadi bagian penting identitas budaya Indonesia.







