Jakarta, 17 Mei 2026 – Kekayaan kuliner tradisional Indonesia kembali menjadi perhatian lewat populernya jajanan legendaris khas Sukabumi yang dikenal memiliki tekstur lembut dan rasa legit yang khas. Di tengah maraknya makanan modern dan tren kuliner kekinian, berbagai jajanan tradisional di kota tersebut tetap bertahan dan menjadi favorit masyarakat lintas generasi. Banyak wisatawan yang datang ke Sukabumi sengaja mencari aneka kudapan tradisional sebagai bagian dari pengalaman wisata kuliner daerah. Selain cita rasa khas, jajanan tradisional juga dinilai memiliki nilai nostalgia yang kuat karena sering mengingatkan masyarakat pada suasana masa kecil dan tradisi keluarga.
Pengamat kuliner menjelaskan bahwa kekuatan utama jajanan tradisional terletak pada penggunaan bahan sederhana namun memiliki cita rasa autentik. Berbagai makanan khas Sukabumi umumnya dibuat dari bahan seperti tepung beras, santan, gula merah, singkong, hingga kelapa yang diolah menggunakan resep turun-temurun. Teknik pengolahan tradisional membuat tekstur makanan terasa lebih lembut dan aroma alami bahan tetap kuat. Karena itu, meski sederhana, jajanan tradisional tetap memiliki tempat khusus di hati masyarakat Indonesia yang menyukai rasa rumahan dan khas daerah.
Selain menjadi bagian dari budaya kuliner, keberadaan jajanan tradisional juga memiliki nilai ekonomi penting bagi pelaku usaha kecil dan pedagang lokal. Pengamat UMKM menyebut kuliner tradisional kini mulai kembali diminati karena masyarakat semakin tertarik pada makanan autentik dan produk lokal. Banyak pelaku usaha mulai mengemas jajanan tradisional dengan tampilan lebih modern tanpa menghilangkan rasa asli agar dapat menjangkau generasi muda dan pasar digital. Perkembangan media sosial juga membantu memperkenalkan makanan tradisional daerah ke masyarakat yang lebih luas melalui konten kuliner yang viral di internet.
Sukabumi sendiri dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan kuliner tradisional cukup beragam. Pengamat budaya menyebut makanan khas daerah tidak hanya berfungsi sebagai konsumsi harian, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, menjaga keberadaan jajanan tradisional dianggap penting agar kekayaan kuliner Indonesia tidak hilang di tengah derasnya pengaruh makanan modern dan globalisasi budaya populer.
Popularitas jajanan tradisional legendaris di Sukabumi menunjukkan bahwa makanan khas daerah masih memiliki daya tarik besar di tengah perubahan tren kuliner modern. Banyak masyarakat menilai rasa autentik dan proses pembuatan tradisional memberikan pengalaman berbeda yang sulit digantikan makanan instan modern. Di tengah berkembangnya industri kuliner nasional, jajanan tradisional diperkirakan akan tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya sekaligus kekuatan ekonomi kreatif daerah Indonesia.






