Sukabumi, 30 Juli 2026 – Mochi memang telah menjadi salah satu kuliner yang identik dengan Sukabumi, tetapi kekayaan makanan daerah ini tidak berhenti pada camilan kenyal tersebut. Sukabumi memiliki sejumlah makanan tradisional yang telah bertahan lintas generasi dan masih dicari masyarakat maupun wisatawan. Sate aci, deblo, sagon bakar, hingga kue jahe menjadi empat pilihan yang menawarkan karakter berbeda sekaligus memperlihatkan kekayaan olahan lokal. Sebagian menggunakan bahan sederhana seperti singkong, tepung tapioka, kelapa, dan jahe yang kemudian diolah menjadi makanan dengan cita rasa khas. Kuliner tersebut dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin mengenal Sukabumi lebih jauh melalui makanan selain mochi.
Sate aci menjadi salah satu jajanan yang menarik untuk dicicipi karena menggunakan aci atau tepung tapioka sebagai bahan utama. Masyarakat setempat juga mengenalnya dengan sebutan teci. Adonan aci dibuat hingga memiliki tekstur kenyal, kemudian dipotong menjadi bagian kecil dan ditusukkan menyerupai sate. Setelah melalui proses pemasakan, sate biasanya dinikmati bersama bumbu kacang yang memberikan perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas. Kesederhanaan bahan justru menjadi kekuatan jajanan ini karena menghasilkan tekstur khas yang berbeda dari sate berbahan daging.
Kuliner berikutnya adalah deblo, makanan tradisional berbahan dasar singkong yang dapat mengingatkan pada perkedel. Singkong diolah bersama berbagai bumbu sebelum dibentuk dan digoreng hingga bagian luarnya berwarna kecokelatan. Tekstur bagian luar yang lebih kering berpadu dengan bagian dalam yang lembut sehingga cocok dinikmati ketika masih hangat. Rasa gurih dari bumbu membuat deblo dapat disantap sebagai camilan maupun teman minum teh. Keberadaannya sekaligus menunjukkan bagaimana singkong yang mudah ditemukan dapat dikembangkan menjadi makanan tradisional dengan identitas kuat.
Deblo juga memiliki nilai menarik dari sisi perjalanan kuliner masyarakat Sunda. Bahan pangan lokal seperti singkong sejak lama dimanfaatkan menjadi berbagai jenis makanan karena mudah diolah dan dapat menghasilkan tekstur yang beragam. Pada deblo, proses penghalusan singkong membuat bumbu dapat tercampur secara merata sebelum adonan digoreng. Teknik sederhana tersebut menghasilkan makanan yang mudah dinikmati tanpa membutuhkan banyak pelengkap. Bagi wisatawan yang terbiasa mengenal Sukabumi melalui mochi, deblo menawarkan pengalaman rasa yang jauh berbeda.
Pilihan ketiga adalah sagon bakar yang memadukan kelapa parut dengan tepung ketan. Proses pemanggangan menghasilkan aroma khas sekaligus tekstur yang padat, tetapi dapat terasa rapuh dan lumer ketika dikunyah. Rasa gurih kelapa berpadu dengan sentuhan manis sehingga sagon bakar cocok menjadi pendamping minuman hangat. Karakternya berbeda dengan beberapa jenis sagon berbentuk bubuk karena versi bakar dibuat menjadi kepingan yang lebih praktis disantap. Daya simpannya juga membuat makanan ini menarik dijadikan buah tangan setelah berkunjung ke Sukabumi.
Sagon bakar memperlihatkan karakter kuliner tradisional yang mengandalkan rasa alami dari bahan utama. Kelapa memberikan aroma dan rasa gurih, sementara tepung ketan membantu membentuk tekstur khas setelah proses pemanggangan. Cara memasaknya juga menghasilkan aroma yang menjadi bagian penting dari pengalaman menikmati sagon. Di tengah banyaknya camilan modern, makanan semacam ini tetap memiliki daya tarik karena menawarkan rasa yang familiar sekaligus membawa nuansa nostalgia. Tidak mengherankan apabila sagon bakar masih menjadi salah satu pilihan ketika mencari oleh-oleh tradisional.
Kuliner keempat adalah kue jahe atau bangket jahe yang memiliki sensasi berbeda berkat penggunaan jahe sebagai salah satu bahan penting. Camilan ini umumnya memiliki karakter renyah dengan rasa manis yang disertai sensasi hangat dari jahe. Penggunaan tepung sagu membantu menciptakan tekstur khas, sementara aroma jahe membuat rasanya mudah dikenali sejak gigitan pertama. Kue jahe cocok dinikmati bersama teh atau kopi, terutama ketika udara Sukabumi sedang terasa sejuk. Bentuknya yang praktis dan relatif mudah dibawa juga membuatnya cocok dijadikan oleh-oleh.
Sate aci, deblo, sagon bakar, dan kue jahe membuktikan bahwa wisata kuliner Sukabumi memiliki pilihan jauh lebih luas daripada mochi. Keempat makanan tersebut membawa karakter berbeda, mulai dari sate aci yang kenyal dengan bumbu kacang, deblo berbahan singkong yang gurih, sagon bakar dengan aroma kelapa, hingga kue jahe yang memberikan sensasi hangat. Keberadaan makanan tradisional tersebut juga menjadi bagian dari warisan kuliner yang terus bertahan di tengah munculnya berbagai tren makanan baru. Bagi wisatawan, mencicipinya dapat menjadi cara sederhana mengenal kebiasaan dan kreativitas masyarakat Sukabumi dalam mengolah bahan pangan lokal. Jadi, ketika berkunjung ke Sukabumi berikutnya, oleh-oleh dan agenda kuliner tidak harus selalu berhenti pada sekotak mochi.





